Sunday, December 26, 2010

SISTEM MANAJEMEN TQC (TOTAL QUALITY CONTROL)

SASARAN MGT (MANAGEMENT)

Pada dasarnya setiap ruangan membutuhkan barang-barang furniture kayu (mebel) sebagai salah satu kebutuhan primer dalam menunjang kebutuhan sehari-hari. Dalam hal ini Perusahaan kami, yaitu PT. JATI SELARAS selaku produsen yang bergerak di bidang industri Furniture kayu dengan produk utama tempat tidur kayu dan lemari pakaian khusus knock down akan kembali memproduksi barang furniture tempat tidur model terbaru dengan mengarah pada konsumen tingkat menengah ke atas. Tempat tidur yang di produksi memiliki berbagai macam ukuran mulai no 2 (160 x 200), no 3 (120 x 200), no 4 (90 x 200) tempat tidur susun dan tempat tidur dorong, untuk lemari pakaian tersedia lemari pakaian 2 pintu dan 3 pintu. Kami menggunakan bahan baku kayu solid dan multipleks, adapun jenis kayu yang kami gunakan antara lain: mahoni, pinus, merbau, kamper. Kayu-kayu tersebut telah melalui proses pengeringan sebelum di produksi sehingga produk kami menjadi anti rayap. Produk kami memiliki konstruksi yang baik, sehingga aman untuk digunakan dan mudah untuk memasangnya. Untuk memasang produk kami, tidak dibutuhkan peralatan dan keahlian khusus. Untuk produk tempat tidur susun, kami telah memiliki pengalaman mensupplai beberapa perusahaan di wilayah indonesia untuk keperluan ruang tidur para karyawan. Sehingga produk-produk yang kami jual, tidak perlu diragukan akan kualitasnya.


KEBIJAKAN MGT (MANAGEMENT)

Di jajaran manajemen puncak bersedia memberikan insentif kepada seluruh karyawan dengan melakukan wisata bersama ke sebuah Villa milik Direktur perusahaan di daerah Bandung dengan waktu 3 hari 2 malam. Diharapkan dengan adanya insentif ini maka para karyawan mampu melaksanakan kegiatan produksi sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

PROSES KERJA

1. Pengkajian Masalah :

Biasanya berbagai kendala yang dihadapi adalah bagaimana pemenuhan kuantitas bahan baku yang berkualitas. Hal ini dikarenakan minimnya supplier yang mempunyai bahan baku berkualitas dalam jumlah yang besar.

2. Analisa :

Selain minimnya bahan baku yang berkualitas, masalah yang dihadapi yaitu minimnya para tenaga ahli yang tersedia, sehingga dapat menghambat proses produksi. Dan yang terpenting yaitu memenuhi keinginan para karyawan dalam hal kesejahteraan karena setelah di analisa ini juga dapat menjadi suatu masalah yang terdapat dalam perusahaan.

3. Pemecahan :

Setelah dilakukan analisa maka pemecahan yang tepat untuk masalah tersebut adalah mencari alternatif untuk mendapatkan supplier-supplier yang mempunyai bahan baku berkualitas jika bahan baku sudah tidak ada lagi dan bekerja dengan efektif dan efisien sehingga bahan baku dapat teratasi. Selain itu, perusahaan harus memberikan kompensasi upah dan gaji yang sesuai kepada para karyawan dan melakukan penarikan tenaga-tenaga ahli agar dapat memperlancar proses produksi.

4. Peninjauan Kembali :

Langkah terakhir yaitu melakukan peninjauan kembali agar dapat mengetahui apakah proses produksi sudah dapat berjalan dengan baik.

PELAKSANAAN PROGRAM TQC (TOTAL QUALITY CONTROL)

Dalam pelaksanaan program TQC terdapat 2 hal yang harus diperhatikan agar dapat mencapai suatu kesuksesan, yaitu dari sisi karyawan dan manajer.

a) Dari sisi Karyawan :

1. Melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien,

2. Memanfaatkan waktu senggang untuk menciptakan ide-ide baru untuk perusahaan,

3. Bersikap terbuka dan positif,

4. Bersikap teliti dalam menjalankan tugas,

5. Melaksanakan tugas dengan ikhlas dan sukarela, dan

6. Saling memberikan informasi dan berkomunikasi dengan baik.

b) Dari sisi Manajer :

1. Memberikan motivasi dan masukan yang baik kepada perusahaan dan karyawan,

2. Mengajukan dan menjelaskan program TQC kepada kepala pimpinan,

3. Merealisasikan program-program yang dibuat kepada pimpinan dan karyawan,

4. Melakukan pendekatan yang baik kepada karyawan agar dapat menciptakan kerjasama yang baik,

5. Menjelaskan tujuan dan hasil yang akan dicapai, dan

6. Mendapatkan dukungan dari kepala pimpinan perusahaan.

PELAKSANAAN PROGRAM

Pertama-tama kami akan menggunakan bahan baku kayu solid dan multipleks, adapun jenis kayu yang kami gunakan antara lain: mahoni, pinus, merbau, kamper. Kayu-kayu tersebut telah melalui proses pengeringan sebelum di produksi sehingga produk kami menjadi anti rayap yang memiliki kualitas terbaik sehingga produk-produk yang kami jual, tidak perlu diragukan akan kualitasnya.

Setelah memilih bahan baku dengan kualitas terbaik, maka bagian produksi akan mulai memproduksi furniture sesuai dengan desain model terbaru yang telah dibuat oleh ahli desain interior. Mereka memproduksi tempat tidur kayu dan lemari pakaian khusus knock down dengan memiliki berbagai macam pilihan ukuran mulai no 2 (160 x 200), no 3 (120 x 200), no 4 (90 x 200) tempat tidur susun dan tempat tidur dorong, untuk lemari pakaian tersedia lemari pakaian 2 pintu dan 3 pintu.

Setelah itu adalah proses pewarnaan, kami memutuskan menggunakan berbagai macam motif warna dan gambar yang beragam, yaitu terdapat motif bunga-bunga yang menjadi ciri khas untuk wanita, motif animasi cartoon untuk anak-anak, dan lain-lain.

Setelah proses produksi selesai maka sistem quality control memberikan jaminan bahwa produk yang akan masuk ke pasar sudah dapat memenuhi standard yang telah ditetapkan.

Saat produk dilepas ke pasar, maka bagian pemasaran wajib memasukkannya pada toko-toko mebel, tempat pameran-pameran furniture atau department store yang telah mempunyai nama besar dan juga segmented. Selanjutnya membuat brand pencitraan yang baik bagi produk dan juga nama perusahaan.

KENDALA-KENDALA YANG TIMBUL

Dalam Sistem Manajemen TQC terdapat beberapa kendala-kendala yang berakibat fatal bagi suatu organisasi atau perusahaan terutama yang bergerak dibidang logistik dan karena itu tidak lepas dari pentingnya sebuah kepercayaan konsumen bagi perusahaan. Kendala-kendala tersebut antara lain yaitu :

1. Kurangnya Supplier bahan baku yang berkualitas tinggi,

2. Menumbuhkan rasa kepercayaan konsumen kepada perusahaan dan mutu barang yang diproduksi,

3. Mencari pangsa pasar agar memperoleh profit,

4. Sulitnya mencari tenaga-tenaga ahli yang berkualitas,

5. Membuat nama perusahaan menjadi baik, dan

6. Menemukan gagasan dan ide-ide yang baru.

EVALUASI DAN PEMECAHANNYA

Tidaklah sulit dalam mengevaluasi Sistem Manajemen TQC karena kita tidak perlu banyak maneuver dalam melakukannya tetapi hanya cukup dengan melakukan pendekatan dan observasi / penelitian terhadap kinerja yang ada pada SDM, sarana dan prasarana penunjang lainnya.

0 comments:

Post a Comment